Monday, April 29, 2013

Ulat Sagu


Ulat sagu memiliki nama latin Rhynchophorus ferruginenus . Ia banyak terdapat di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Papua. Bentuknya mungkin terlihat menjijikkan bagi sebagian orang. Namun, bisa jadi tampak lucu bagi sebagian yang lain. Bahkan, di Papua, ulat sagu ini menjadi menu santapan yang digemari. Orang  Kamoro, Kabupaten Mimika,  menyebutnya “koo”.

Koo banyak hidup dalam pohon sagu yang selesai dipangkur (diambil sagunya) dan telah membusuk. Sebenarnya, ulat sagu ini adalah larva (bayi) kumbang kepala merah yang suka menggunakan pohon sagu busuk untuk bertelur. Orang Papua menyantap koo dengan berbagai cara. Ada yang menyantapnya mentah-mentah, membakarnya, atau memasaknya bersama sagu.

Konon, ulat sagu mentah rasanya manis campur gurih. Badannya yang gendut gilik jika digigit... kres, renyah. Dagingnya terasa seperti daging buah leci atau rambutan. Sedangkan rasanya mirip buah lengkeng. Jika digigit, dari perutnya mengalir cairan manis.

Ada siswa Papua yang sudah meneliti ulat sagu ini. Mereka adalah Agustina Padama, Darius Ohee, Mike Juneth Christin Toam, Richard Antonius Mahuze, dan Yulian Marco Awairaro. Menurut hasil penelitian mereka, koo mengandung protein tinggi. Lebih tinggi dari protein telur ayam. Selain itu, juga kaya lemak dan mineral. Karena penelitiannya ini, mereka berhasil memenangkan medali perunggu dalam lomba karya ilmiah The International Conference of Young Scientists (ICYS) ke -19 tahun 2012 di Kampus Radboud University Nijmegen, Belanda.
5 Blognya Tranius Eko: Ulat Sagu Ulat sagu memiliki nama latin Rhynchophorus ferruginenus . Ia banyak terdapat di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Papua. ...

1 comment:

  1. makan ulat sagu sabung ayam online

    http://agensabungayam.logdown.com/post/7837607-7837607-budidaya-ulat-sagu-untuk-makan-ayam-bangkok-aduan

    Link Official Bolavita : http://159.89.197.59/
    Telegram : +62812-2222-995
    Wechat : Bolavita
    WA : +62812-2222-995
    Line : cs_bolavita

    ReplyDelete

<